Menu

Sejarah dan Fakta Unik Hotdog

Masyarakat Indonesia mengenal hotdog sebagai makanan cepat saji serupa hamburger, dengan 2 lapis roti yang memiliki isian sosis dan sayur. Namun di Amerika dan beberapa negara Eropa, banyak yang menyebut sosis sebagai hotdog. Sebenarnya bagaimana sejarah hotdog hingga bisa menjadi salah satu makanan kegemaran di seluruh dunia? Berikut informasinya:

Sejarah Hotdog

Pada tahun 1987, kota Frankurt merayakan hari jadi ditemukannya hotdog yang ke-500. Bisa dibayangkan, itu artinya hotdog sudah dikenal penduduk Frankurt sejak 500 tahun sebelumnya tahun sekitar tahun 1487. Di tahun itu, bahkan Christopher Columbus belum berlayar keliling dunia dan ia baru melakukannya di tahun 1492. Pada masa itu, hotdog atau sosis lebih dikenal dengan nama frankfurter oleh masyarakat Jerman.

Namun di belahan dunia lain ada sejarah hotdog yang berbeda. Tepatnya di Vienna, Austria, ada sosis yang lebih dikenal dengan nama wiener. Masyarakat Vienna pun mengklaim bahwa sosis yang di kemudian hari dijadikan isian hotdog merupakan makanan asli dari Austria. Secara umum, sosis khas Jerman memiliki ukuran yang lebih besar dari sosis asal Austria.

Hotdog Bukan Berasal dari Gaging Anjing

Usut punya usut, ternyata hot dog sama sekali tidak mengandung daging anjing. Hot dog pertama kali diciptakan oleh orang Jerman pada tahun 1852. Mereka berinovasi dengan membuat sosis yang berukuran lebih langsing, pipih dan panjang, berbeda dari sosis biasanya yang cenderung buntal dan tambun. Selain itu, sosis ini juga memiliki sarung yang tipis. Isiannya adalah daging cincang yang sudah diberi banyak bumbu dan kemudian diasapi.

Si pembuat sosis ini memiliki anjing dachshund yang kemudian menginspirasinya untuk memberi nama sosis ciptaannya karena bentuknya yang mirip. Sejak itulah orang-orang menyebutnya dengan “dachshund sausages”. Kenapa ‘Dachschund Sausages’ Populer dengan Nama Hotdog?

‘Dachshund sausages’ yang sudah masuk Amerika pada tahun 1860-an populer di New York. Biasanya, makanan ini dijual di pertandingan bisbol atau basket. Biasanya para penjual akan berteriak, “Get your hot dachschund sausages!”. Ketika seorang kartunis New York Journal yang bernama Tad Dorgan sedang melihat pertandingan, dia kemudian terinspirasi dan membuat ilustrasi anjing yang berada di tengah roti, lalu memberi caption “get your hot dogs.” Semenjak itulah kata-kata hotdog makin populer dan dikenal hingga sekarang ini.

Hotdog masuk Amerika

Feltman adalah orang Jerman yang bermigrasi ke Amerika pada tahun 1856 saat dia masih berumur 15 tahun. Pada tahun 1867, dia menjual pie di Coney Island beach dengan menggunakan gerobak dorong. Namun, karena cuaca yang dingin orang-orang pun lebih menyukai makanan hangat. Alhasil dagangannya tidak laku. Dia memutar otak dan akhirnya mendapat ide untuk menjual “dachshund sausages” yang dijepit dengan roti. Makanan yang praktis, enak, dan murah ini pun langsung meroket dan laku keras di Amerika.

Feltman menamai dagangannya ini dengan ‘Frankfurter Sandwiches’. Meski seorang pelopor, namun usaha Feltman bangkrut karena dia menjual dagangannya dengan harga tinggi. Kemudian pada tahun 1916, Nathan Handwerker yang merupakan anak buah Feltman membuka usaha hotdog dan laku keras. Hal inilah yang menyebabkan hotdog makin populer. Seiring berjalannya waktu banyak orang Jerman yang bermigrasi ke Amerika. Pada tahun 1860an inilah orang-orang Amerika mulai mengenal “dachshund sausages”. Namun, dulunya sosis ini hanya dikonsumsi begitu saja, atau tanpa roti.

Produksi Secara Massal Dimulai

Pada tahun 1893, sebuah perusahaan bernama the Colombian Exposition berusaha mencari vendor yang bisa memproduksi sosis secara massal. Pada saat itu, masyarakat Amerika sangat menggemari sosis karena mudah dikonsumsi, gampang pula untuk diolah menjadi berbagai jenis masakan, dan harganya tidak terlalu mahal. Mereka juga suka menyantap sosis dengan tambahan roti yang dikenal dengan nama hotdog karena cukup mengenyangkan.

Bahkan di tahun itu juga, hotdog menjadi salah satu makanan wajib saat ada pertandingan baseball. Tradisi ini dipercaya dimulai oleh pemilik bar St. Louis yang bernama Chris Von de Ahe, seorang imigran Jerman yang juga pemiliki klub baseball bernama St. Louis Brown. Tradisi ini bertahan hingga sekarang, di mana banyak penjual hotdog dan juga bir yang menjajakan dagangannya pada saat pertandingan baseball di Amerika.

Fakta Unik Hotdog

  • Banyak lomba memakan hotdog terbanyak diselenggarakan, banyak juga pesohor yang ikut memeriahkan kontes ini. Salah satunya adalah Wiliam Perry, seorang pesepak bola yang berhasil menghabiskan 12 buah hotdog dalam waktu 12 menit. Namun di babak selanjutnya Wiliam hanya sanggup menghabiskan 4 buah hotdog.
  • National Hot Dog and Sausage Council (NHDSC) memutuskan bahwa hotdog bukan termasuk jenis sandwhich, meskipun memiliki banyak komponen yang sama seperti sandwhich. “Menyebut hotdog sebagai sandwich, sama seperti memanggil bahwa Dalai Lama hanyalah orang biasa,” ungkap Janet Rikey, selaku presiden NHDSC.
  • Di Amerika, hotdog biasanya dijual di atas mobil van, atau kereta dorong. Namun tidak semua orang bisa mengendarai mobil van yang lebih dikenal dengan sebutan Weinermobile. Mobil yang didesain khusus untuk menjual hotdog ini, hanya diperuntukan untuk supir dengan lulusan sarjana hubungan masyarakat, periklanan, jurnalistik, atau komunikasi. Selanjutnya, izin mengemudi hanya bertahan selama satu tahun, dari bulan Juni sampai bulan Juni tahun berikut. Setiap pengemudi juga diwajibkan mengikuti 40 jam latihan sebelum diperbolehkan mengemudikan kendaraan setinggi 27 kaki tersebut.
  • Sebuah gerai Tokyo hotdog di Seattle, memegang rekor dunia sebagai salah satu restoran yang menyajikan hotdog termahal di dunia tahun 2014 lalu. ‘Juuni Ban’ merupakan nama menu hotdog yang berharga $169 atau 23 juta rupiah. Hotdog mahal ini terdiri dari sosis bratwust keju asap yang dihias dengan jamur maitake, irisan daging sapi wagyu, foie gras, truffle hitam, mayo Jepang, teriyaki, dengan bawang bombay panggan dan roti brioche. Menurut Tokyo Dog, gerai ini berhasil menjual 6 buah Juuni Ban dan semua keuntungan disumbangkan untuk Palang Merah Amerika.

Itulah sejarah dan fakta unik tentang hotdog. Apakah kamu pernah berpikir kalau hotdog terbuat dari daging anjing? Dan apakah kamu pernah mencoba hotdog? Semoga dengan artikel ini kita tidak salah paham lagi ya dengan hotdog dan isu-isu tentang hotdog yang menggunakan daging anjing.