Menu

Punya Bentuk dan Rasa Unik, Roti Ini Hanya Disajikan Saat Peringatan Kematian Saja

Di dunia ini, ada banyak sekali jenis perayaan yang biasa dilakukan oleh masyarakat. Bahkan dari anda lahir ke dunia ini, anda sudah harus mengikuti beberapa perayaan, tergantung pada kebudayaan yang diterapkan oleh keluarga dan lingkungan anda.

Mulai dari perayaan penyambutan kelahiran, yang kemudian disusul dengan perayaan ulang tahun yang diadakan setiap tahunnya dan saat anda sudah meninggal sekalipun, tidak lepas kaitannya dengan sebuah perayaan ataupun peringatan.

Bukan hanya itu saja, sebenarnya masih banyak lagi perayaan-perayaan lainnya, seperti misalnya perayaan keagamaan, kenegaraan dan lain sebagainya. Nah, biasanya saat merayakan sesuatu, akan selalu ada hidangan khusus yang memang sengaja dibuat atau disajikan, bukan?

Misalnya saja pada acara ulang tahun biasanya harus ada kue tart, acara lebaran biasanya identik dengan sajian lontong dan opor ayamnya, acara natal yang identik dengan makanan-makanan manisnya dan masih banyak contoh-contoh lainnya yang biasa anda temukan di masyarakat. Setidaknya itulah beberapa contoh tradisi perayaan yang ada di Indonesia.

Tak hanya di Indonesia, beberapa negara lainnya juga punya tradisinya sendiri untuk setiap perayaan yang mereka lakukan. Salah satunya adalah trasisi unik yang dilakukan oleh masyarakat yang berada di Meksiko. Orang-orang ini memiliki kebiasaan yang unik pada saat merayakan hari kematian yang dikenal dengan sebutan “Dia De Muertos“.

Apa Itu Dia De Los Muertos?

Anda mungkin masih sangat asing dengan istilah ini, bukan? Wajar saja jika anda baru pertama kali mendengarnya, karena istilah ini tidak berasal dari Indonesia. Dia De Los Muertos ini adalah sebuah peringatan hari kematian seseorang yang telah menjdi bagian dari tradisi yang dianut oleh masyarakat Meksiko sejak dulu sekali.

Jika anda berpikir bahwa peringatan kematian biasanya menjadi hari yang paling suram dan menyedihkan, maka persepsi tersebut sangat tidak berlaku pada perayaan Dia De Muertos ini. Sebaliknya, masyarakat di Meksiko malah menyambut peringatan kematian tersebut dengan bahagia dan tanpa adanya airmata atau tangisan-tangisan seperti yang anda bayangkan.

Hari Kematian itu sendiri bahkan dianggap sebagai hari libur yang juga berlaku pada beberapa negara, seperti Amerika Latin, khususnya di Meksiko. Di hari libur yang istimewa tersebut, orang-orang biasanya akan merayakan kehidupan orang yang telah meninggal dunia.

Masyarakat Meksiko memiliki kepercayaan bahwa jiwa-jiwa yang telah tiada akan datang kembali untuk mengunjungi orang-orang yang mereka cintai di dunia ini. Perayaan tersebut biasanya dirayakan pada tanggal 1 dan 2 November.

Tanggal 1 November biasanya dinamakan dengan dia de los angelitos yang didedikasikan untuk anak-anak muda yang sudah meninggal. Sedangkan pada tanggal 2 Novembernya disebut dengan istilah Dia De Los Difuntos, yang didedikasikan kepada arwah-arwah orang dewasa.

Seperti biasa, setiap perayaan pasti memiliki sajian atau hidangan khusus, begitu pula dengan peringatan kematian ini. Di hari peringatan kematian ini, ada hidangan khusus yang biasa disajikan, yang namanya kue Pan De Muerto.

Sajian Pada Peringatan Kematian di Meksiko

Sajian unik inilah yang dinamakan dengan Kue Pan De Muerto. Ini merupakan kuliner yang paling dinantikan atau ditunggu-tunggu oleh masyarakat Meksiko saat perayaan El Dia De Los Muertos berlangsung.

Roti yang memiliki bentuk seperti tulang dan beraroma sangat manis ini dijadikan sebagai hidangan yang wajib disuguhkan seperti halnya masakan lontong dan opor harus ada pada saat perayaan lebaran. Aroma manis yang dikeluarkan oleh roti ini bertujuan untuk menarik arwah-arwah, untuk bangkit dan mengunjungi rumah mereka sewaktu masih hidup dulunya.

Pan De Muerto sendiri merupakan makanan khas Meksiko. Makanan atau roti ini hanya boleh dikeluarkan pada saat perayaan atau peringatan  hari Dia De Los Muertos yang dirayakan setiap tanggal 31 Oktober.

Meskipun begitu, biasanya sih makanan Pan De Muerto ini dikeluarkan pada tanggal 1 dan 2 November saja. Setidaknya begitulah pernyataan yang dikatakan oleh Chef Julio Ortega, yang merupakan chef asli dari Meksiko yang didatangkan langsung oleh hotel Gran Melia, saat berbincang-bincang di Restoran Gran Via, Gran Melia Kuningan, Jakarta Selatan, beberapa tahun yang lalu.

Sebagai bagian masyarakat yang tinggal di Meksiko, dia juga merayakan peringatan tersebut untuk mengenang hari kematian ibunya setiap tanggal 31 Oktober. Dan pada tanggal 1 dan 2 Novembernya dia selalu menyajikan roti Pan De Muerto ini.

Pan De Muerto ini sebenarnya sama saperti roti – roti biasa, yang terbuat dari tepung terigu, yang kemudian dibentuk bulat, dengan bulatan-bulatan yang lebih kecil, yang membentuk seperti salib di atasnya. Konon katanya bentuknya ini melambangkani tubuh dan rangka manusia.

Roti ini sangatlah mudah dan cepat untuk dibuat. Bahan-bahan yang dibutuhkan pun juga sangat mudah untuk didapatkan di Indonesia. Yang membuat rasa roti ini sangat lezat adalah, pada saat digigit, aroma jeruk akan sangat terasa dalam kelembutan roti tersebut. Taburan gula pasir kecil putih di atasnya menjadi penamba renyahnya roti ini. Rasa renyah tersendiri inilah yang kadang membuat orang menjadi penasaran.

Unik sekali kan guys roti Pan De Muerto ini? Meskipun roti ini memiliki nama yang menakutkan, yaitu roti kematian, namun rasanya yang begitu lezat sama sekali tidak menggambarkan sebuah kesuraman, melainkan memberikan kebahagian tersendiri. Tidak percaya? Supaya anda percaya, coba saja rasakan sendiri kelezatan roti ini.

Tapi tunggu dulu guys, berhubung roti ini tidak ada dijual di Indonesia dan hanya ada di Meksiko, itupun adanya pada hari tertentu saja, jadi jika anda ingin mencoba dan merasakan roti ini, anda harus berkunjung ke Meksiko. Ya, hitung-hitung sekalian liburan lah guys. Tapi ingat ya, roti ini hanya disajikan pada peringatan hari kematian saja. Jadi kalau ada waktu, tidak ada salahnya jika anda berkunjung ke sana.