Menu

Makanan Lokal Indonesia Yang Rasanya Maknsyus Dengan Harga Terjangkau

Singkong, juga dikenal seperti kentang atau talas. Tanaman ini dibawa ke Indonesia oleh Portugis pada abad ke-16 dan menjadi makanan populer di abad ke-20, terutama di Pulau Jawa, seperti beras langka. Hal ini menyebabkan orang untuk makan singkong (dikukus atau digoreng) sebagai pengganti beras dan masuk akal karena karbohidrat yang kaya terbuat dari singkong sumber yang sangat baik dari energi. Sejak itu pun orang juga belajar untuk membuat berbagai makanan ringan dari singkong, sehingga berbagai jenis kue singkong. Ketika mengunjungi Indonesia, khususnya Jawa dan Bali,  dapat dengan mudah menemukan makanan ringan ini di Pasar (market tradisional Indonesia di mana penduduk setempat membeli produk segar). Masing-masing melayani biaya 2.000 rupiah, atau kurang dari 0,20 USD! Ini luar biasa murah, bukan?

Jika kebetulan berada di Surabaya, ada toko bernama Klepon Jaya Abadi (kekal sukses klepon). Terletak di Prof. Dr, Moestopo Street, toko ini menawarkan berbagai macam kue singkong (klepon, cenil, gethuk, dll). harga sekitar Rp 5000 (0.40 USD) per porsi, yang dua kali lipat dibandingkan dengan yang ditemukan di pasar tradisional setempat. Namun demikian, rasanya lebih baik (mereka memiliki resep rahasia mereka yang membuat kue kenyal, lembut dan lebih gurih) dan lebih higienis, sehingga toko Anda dapat memilih untuk pergi jika Anda berada di kota.

1. Klepon

Sangat populer di Indonesia, Singapura dan Malaysia, kue singkong ini berasal dari Jawa. Kue yang dibuat dari adonan singkong yang diisi dengan gula aren dan dibentuk menjadi bola kecil sebelum dimasak. Kemudian ini dilapisi dengan kelapa parut dan menjabat sebagai makanan ringan. Dalam satu gigitan, Anda akan merasakan kelapa gurih, tekstur yang lembut dan kenyal denga rasa gula aren manis yang meleleh di lidah Anda!

2. Cenil

Cenil, juga dikenal sebagai klanting, adalah kue chewiest singkong Indonesia. Ini terlihat menggoda juga, karena tampilan penuh dengan warna (mereka menggunakan pewarna makanan untuk adonan) dan parutan kelapa ditaburkan di atasnya. Tidak ada isian di kue dan itu harus dimakan dengan gula aren (Anda dapat menuangkan kuah gula aren itu di atasnya dan bisa juga di celupkan secara langsung.), selain itu akan terasa biasa. Apalagi jika di coba makanan ini dan akan menemukan bahwa satu porsi tidak akan cukup untuk Anda.

3. Sawut

Berkat pikiran kreatif masakan Jawa untuk menciptakan camilan ini enak yang bisa menjadi pengganti beras: sawut. Setelah kisi akar dapat dimakan, gula ditambahkan ke singkong parut dan makanan ringan ini  dapat di berikan daun pandan (untuk menambahkan wewangian) sebelum melayani dengan kelapa parut. Teksturnya menyerupai beras tetapi tampaknya menjadi kecoklatan ringan. Tidak seperti beras yang rasanya plain, sawut manis. Orang- orang mengganggapnya ini hanya makanan biasa untuk sarapan, dan itu pun juga baik di jadikan sebagai cemilan kapan saja.

4. Kue Kacamata

Varian lain dari kue singkong makanan ringan berwarna hidup ini disebut sebagai kue kacamata (kue kacamata ini). Seperti cenil, adonan singkong yang di lapisin dengan pisang dan di kombinasikan dengan  warna- warni  dan di tambahkan sebagai pewarna makanan dan dilengkapi dengan taburan bersalju kelapa parut. Perbedaannya adalah kue ini di lapisin dengan pisang. Bayangkan adonan kenyal ini terpengaruh dengan adanya kelapa gurih dan di beri lagi dengan pisang manis apalagi di saat dikunyah di mulut Anda pada waktu yang sama. Sangat selera!

5. Berdopo

Kue gulungan ini makanan favorit banyak orang dan banyak sekali seorang penggemar yang mencobanya. Sementara kue gulungan lainnya yang terbuat dari tepung, mentega dan baking soda, bahan berdopo adalah singkong yang dikukus, tidak dipanggang. Yang satu ini pun juga  punya kejutan di dalamnya. Dengan hanya di gigit pasti akan menemukan gulungan diisi dengan enten-enten, campuran manis kelapa parut dan gula aren. Cobalah dan saya yakin Anda akan ingin roll lain.

6. Gethuk

Jika Anda suka manis dan lembut kue singkong  gethuk inilah salah satunya. Seperti kentang tumbuk, tekstur gethuk adalah tender. Tekstur lembut ini berbeda dari kue singkong lainnya, yang kenyal. Hal ini disebabkan proses memasak yang berbeda. Sementara cenil kenyal, klepon atau kacamata kue yang dibuat menggunakan adonan singkong, dan gethuk ini dibuat dengan cara singkong  kukus dan mencampurnya dengan gula aren. Gethuk dapat dinikmati dengan waw. Seperti kue singkong lainnya, disajikan dengan kelapa parut.