Menu

Hebat! Bahan Pembuatan Roti Ini Ternyata Dari Kecoa

Apakah anda termasuk penggemar roti? Yap, Roti biasanya cocok dimakan sebagai makanan penunda lapar atau camilan. Makanan yang kaya akan karbohidrat ini juga layak dijadikan sebagai bahan makanan pokok. Roti juga dapat disajikan di pagi hari sebagai sarapan karena selain praktis juga mengenyangkan. Seperti yang kita ketahui sekarang sudah banyak penduduk di dunia ini yang mengkonsumsi roti setiap harinya. Namun, bagaimana jika tiba-tiba pada suatu hari bahan makanan untuk membuat makanan lezat ini hilang?

Tentu saja hal ini bisa saja terjadi! Mengingat jumlah populasi manusia yang tiap tahunnya selalu bertambah sangat memungkinkan lahan untuk bercocok tanam juga bakalan semakin menyempit. Cepat atau lambat makanan pun akan diproduksi dari bahan sekitarnya dan seadanya. Santai, disaat anda berada pada kepanikan tersebut, Andressa Lucas dan Lauren Menegon. Mahasiswa teknik dari Universitas Federal Rio Grande di Brazil telah mengembangkan sebuah temuan yang aneh.

Mereka mengembangkan pembuatan tepung yang berasal dari kecoa. Jadi nantinya 40 persen dari kecoa akan dijadikan dalam tepung terigu yang siap untuk dijadikan roti. Menurut kedua orang ini dan juga beberapa ahli, serangga sebenarnya adalah sumber utama nutrisi bagi manusia di masa depan. Bahkan, mereka juga berpendapat serangga dapat dijadikan makanan pokok untuk mengantikan nasi dan gandum!

Serangga yang mereka gunakan dalam penemuan ini ternyata adalah kecoa berjenis Nauphoeta cinerea. Kecoa tersebut mengandung banyak asam amino dan lipid. Di Brazil, kecoa jenis tersebut diternak secara khusus dimana mereka diproduksi sesuai dengan persyaratan kebersihan dari ANVISA (lembaga pengawasan kesehatan Brazil).

“Kami sengaja memilih kecoa dalam kategorinya karena memiliki kandungan protein yang paling tinggi yakni mencapai 70 persen. Semua sudah termasuk delapan dari sembilan asam amino esensial dan memiliki asam lemak yang berkualitas tinggi seperti omega-3 dan omega-9 dan kita memerlukan hampir 100 persen (omega) dari itu ditambah sedikit residu,” ungkap ilmuan VICE Munchies yang bekerja sama dengan mereka.

Dia menambahkan, “Serangga sangat efektif dalam mengkorversi apa yang mereka makan sehingga menghasilkan struktur gizi yang dapat dikonsumsi oleh manusia. Serangga sangat kaya akan protein, mereka dapat memperkaya diet manusia, terutama untuk orang yang menderita gizi buruk. Mengkonsumsi mereka dapat mengurangi dampak negatif dari lingkungan ternak karena hanya memerlukan sedikit ruang dan mengurangi polusi. Faktor ini tentu saja sangat meyakinkan kami untuk memulai melakukan penelitian tentang mereka.”

Penelitian yang dilakukan Lucas dan Menegon juga menemukan bahwa kandungan 10 persen tepung kecoa dalam roti dapat menghasilkan peningkatan protein sebesar 49,16 persen. Jarak yang lumayan jauh jika dibandingkan dengan roti yang terbuat dari tepung terigu.

Berdasarkan hasil percobaan roti yang terbuat dari tepung kecoa ini, orang-orang mengatakan bahwa mereka bahkan tidak merasakan adanya perbedaan rasa. Dan disaat dikombinasikan dengan bahan yang lebih banyak seperti sereal bar atau kue, rasanya malah tambah enak dan jauh sulit untuk terdeteksi.

Sayangnya, Andressa Lucas dan Lauren Menegon memaparkan masih banyak orang yang tidak nyaman akan ide serangga yang mereka kembangkan sebagai sumber makanan nantinya. Saat mereka meminta orang-orang untuk mencicipi hasil temuan mereka ini, masih sedikit yang ingin mencicinya. Malah banyak dari mereka yang memilih untuk menolak. Dua mahasiswa ini berharap suatu saat persepsi masyarakat akan dapat berubah seiring berjalan waktu. Saat ini mereka juga telah melakukan penelitian lain dengan serangga lainnya seperti jangkrik dan kumbang. Harapan mereka suatu saat orang-orang dapat percaya akan makanan yang berbahan dasar serangga. Gimana kawan? Apakah anda berani mengetes uji coba roti ini? Kalo admin sih berani saja asal ada asuransi jiwanya ya! Hahaha